Berani Ubah Warna Rambut? Ini Tips dari Ahlinya

Risma Dhea P, 14 Mei 2026

Before-after pewarnaan rambut di Tiwi Salon

(Sumber: Rima Nur Fadia)

Mengubah warna rambut kini menjadi salah satu cara bagi anak muda untuk mengekspresikan diri mereka. Banyaknya warna rambut yang menarik seperti warna natural hingga silver, mampu mendorong para anak muda untuk datang ke salon dengan referensi warna rambut yang mereka temukan di media sosial. Namun, di balik hasil warna rambut yang menarik, tentunya ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan melakukan hair coloring.

Sesuai dengan nama salonnya ‘Salon Tiwi’, sang pemilik–Mbak Tiw–yang telah menjalankan usahanya sejak 2018, mengatakan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap keinginan pelanggan dalam memilih warna rambut. Banyak pelanggan yang datang dengan berbagai ekspetasi setelah melihat warna-warna rambut yang menurut mereka menarik melalui media sosial.

Tiwi Salon (Sumber: Rima Nur Fadia)

Namun, menurut Mbak Tiwi, tidak semua warna rambut cocok untuk setiap orang, terutama jika melihat warna kulit asli masyaraka Indonesia. Ia menyarankan pelanggan untuk memilih warna-warna yang lebih lembut agar tetap terlihat natural dan tidak membuat wajah tampak kusam. “Yang soft aja. Kalau yang warna terang kayak ash itu malah bikin kusam di wajah, walaupun udah make up tetep aja kusam kayak bangun tidur itu … pucat,” ujarnya.

Walaupun warna-warna seperti abu-abu dan silver banyak diminati, tetap Mbak Tiwi menyebut warna basic seperti brown dan golden blonde masih menjadi pilihan paling aman sekaligus best seller di salonnya. Selain lebih cocok untuk berbagai warna kulit, warna basic juga cenderung lebih tahan lama dibandingkan fashion color.

Di sisi lain, perawatan rambut setelah hair coloring juga sangat penting, karena menurut Mbak Tiwi umumnya warna rambut yang digunakan hanya bertahan 12 kali keramas sebelum luntur. Sehingga, perawatan tersebut penting agar warna rambut tetap awet dan kondisi rambut tetap sehat.

Selain penggunaan sampo rambut khusus, Mbak Tiwi juga menyarankan penggunaan masker rambut secara rutin untuk menjaga kelembaban rambut setelah proses coloring. Ia menilai masker rambut lebih efektif dibandingkan kondisioner biasa. “Kalau kondisioner kan 60% melembabkan, kalau masker 100%. Jadinya bisa jatuh rambutnya, enggak ngembang,” jelasnya.

Ternyata tak hanya warna kulit, karakteristik rambut juga mempengaruhi hasil akhir hair coloring. Rambut yang tipis cenderung lebih mudah menyerap warna, sedangkan rambut yang tebal dan gelap biasanya membutuhkan proses bleaching agar warna terlihat lebih terang. Salah satu proses yang sering dilakukan untuk mendapatkan warna terang adalah bleaching. Namun, Mbak Tiwi mengingatkan bahwa bleaching juga memiliki resiko membuat rambut menjadi lebih kering. “Ya terserah itu, pengen terang banget apa enggak. Soalnya kalau bleaching bikin kering banget,” ujarnya.

Melalui pengalamannya selama bertahun-tahun di bidang hair coloring, Mbak Tiwi mengingatkan bahwa memilih warna rambut sebaiknya tidak hanya mengikuti referensi di media sosial. Kecocokan warna dengan kulit, kondisi rambut, serta perawatan setelah coloring juga perlu diperhatikan agar hasil yang didapat tetap bagus dan rambut tetap sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top