Kamis, 25 April 2026
Juliana Novianti

Barbershop Galaxy, Kota Magelang 23 April 2026
(Sumber: Juliana Novianti/Ilmu Komunikasi 2023)
Magelang, Jawa Tengah – Di balik lokasi yang tidak mencolok dan berada dekat pangkalan angkot, sebuah barbershop di Magelang justru menyimpan daya tarik tersendiri. Tempat ini menjadi “hidden gem” bagi sebagian pelanggan yang mengutamakan kenyamanan, kebersihan, dan kualitas hasil potongan rambut.
Tidak seperti barbershop pada umumnya yang berada di pusat keramaian, tempat ini terlihat sederhana dan agak tersembunyi. Namun, justru dari kesederhanaan itulah pelanggan merasa lebih nyaman. Suasana yang tidak terlalu ramai membuat proses potong rambut terasa lebih santai dan personal.
Salah satu kapster, Suyoto Adi, sudah bekerja sejak 2023 dan memiliki pengalaman panjang di bidangnya. Ia menyebut setiap pelanggan memiliki karakter dan kebutuhan berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan pun tidak bisa disamakan. “Kadang pelanggan datang sudah bawa referensi, tapi tetap harus disesuaikan dengan bentuk wajah dan jenis rambutnya,” ujarnya.

Interior barbershop Galaxy, Kota Magelang 23 April 2026
(Sumber: Juliana Novianti/Ilmu Komunikasi 2023)
Hal yang menjadi nilai lebih dari barbershop ini adalah penerapan standar kebersihan. Setiap pelanggan menggunakan alat cukur (cutter) dan handuk yang berbeda. Setelah digunakan, alat langsung diganti atau dibuang, sehingga kebersihan tetap terjaga. Sistem ini memberikan rasa aman bagi pelanggan, terutama dalam menghindari risiko iritasi atau penularan penyakit kulit.
Selain itu, kapster juga cukup selektif dalam mengikuti permintaan pelanggan. Jika model rambut yang diminta dinilai tidak sesuai, kapster akan memberikan saran bahkan menolak dengan pertimbangan hasil akhir. Bagi mereka, kepuasan pelanggan tidak hanya soal mengikuti keinginan, tetapi juga memastikan hasil yang maksimal.
Bagi pelanggan, kualitas hasil tetap menjadi alasan utama untuk kembali. Salah satu pelanggan, Setia Adiana mengaku rutin memotong rambut setiap satu hingga dua bulan sekali di tempat tersebut. Ia menilai suasana nyaman dan pengalaman kapster menjadi faktor penting. “Yang paling penting hasilnya. Kalau bagus, pasti balik lagi,” katanya.
Meski menganggap penampilan penting, Setia mengaku tidak terlalu mengikuti tren dan lebih memilih gaya santai. Ia juga memberikan penilaian 8 dari 10 untuk pelayanan yang diterima.
Hal serupa disampaikan oleh pelanggan lain, Muhammad Rifqi Aditya, yang cukup sering datang ke barbershop ini. Ia biasanya memilih layanan potong rambut lengkap dengan cuci dan vitamin. Menurutnya, selain hasil, faktor kebersihan dan perlengkapan juga menjadi pertimbangan penting. “Penampilan penting buat bikin first impression orang ke kita bagus” ujarnya.
Menariknya, meski tren gaya rambut kini banyak dipengaruhi media sosial, tidak semua pelanggan langsung mengikutinya. Beberapa hanya sekadar melihat tanpa benar-benar menerapkannya. Hal ini menunjukkan bahwa kenyamanan dan kecocokan pribadi masih menjadi prioritas utama.
Dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp20.000,- hingga Rp30.000,- barbershop ini tetap menjadi pilihan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa. Lokasinya yang tersembunyi justru menjadi nilai unik, seolah hanya diketahui oleh pelanggan setianya.
Di tengah banyaknya barbershop modern, tempat sederhana ini membuktikan bahwa kualitas layanan, kebersihan, dan kenyamanan tetap menjadi kunci utama dalam menarik pelanggan.
