Memaknai Self-Care: Antara Penampilan dan Kesehatan

Minggu, 26 April 2026

Risma Dhea Pertiwi

Sumber: freepik.com

Magelang, Jawa Tengah – Banyak orang mulai lebih peduli dengan penampilan mereka di tengah meningkatnya tren self-care seperti saat ini. Mulai dari penggunaan skincare hingga perawatan tubuh, berbagai cara dilakukan untuk tampil lebih menarik. Namun, apakah self-care hanya sebatas apa yang terlihat, atau juga mencakup bagaimana seseorang menjaga dirinya dari dalam?

Di ruang publik, seperti kawasan terbuka yang ramai dikunjungi masyarakat, implementasi self-care terlihat dalam berbagai bentuk. Ada orang yang memperhatikan pola hidup secara keseluruhan, baik luar maupun dalam, tetapi tidak sedikit pula yang masih memaknai self-care hanya sebagai perawatan luar saja.

Salah satu narasumber, Salsa, memandang self-care sebagai hal yang perlu diseimbangkan, baik penampilan maupun kesehatan. Baginya, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan karena saling mempengaruhi bagi tubuh. “Dua-duanya, karena nanti hidup sehat akan mempengaruhi penampilan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Salsa menggambarkan bahwa ia berusaha menjaga pola makan dan melakukan olahraga ringan meskipun belum rutin. Ia melihat bahwa memperhatikan kedua hal tersebut adalah bentuk rasa cinta ke diri sendiri.

Narasumber Ilma dan rekannya, sumber: Rima Nur Fadia

Berbeda dengan itu, Ilma memiliki sudut pandang tersendiri dalam memaknai self-care, yang lebih berfokus pada tubuh atau penampilan. Baginya, self-care adalah sebuah perawatan diri, tetapi lebih mengarah pada bagaimana ia dilihat oleh orang lain. “Biar kalau dilihat orang tuh kelihatan menarik gitu,” katanya.

Dalam kesehariannya, rutinitas yang dijalani Ilma juga lebih condong ke perawatan tubuh, seperti penggunaan body scrub untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Sementara itu, gaya hidup sehat belum menjadi prioritas. “Jarang… jarang banget … nggak pernah,” ungkapnya saat ditanya mengenai olahraga.

Perbedaan cara pandang ini menunjukkan bahwa self-care masih dimaknai secara beragam. Sebagian mulai menyadari pentingnya keseimbangan antara kesehatan dan penampilan, namun sebagian lainnya masih memprioritaskan aspek penampilan yang terlihat saja. Di sisi lain, faktor kebiasaan, waktu, hingga motivasi turut mempengaruhi bagaimana seseorang menjalani self-care dalam kehidupan sehari-hari.

Hal yang menarik, banyak orang yang sebenarnya sudah sadar bahwa hidup sehat itu penting. Namun, untuk benar-benar menjalankannya secara rutin, hal tersebut masih jadi tantangan. Entah karena malas, sibuk, atau belum terbiasa. 

Pada akhirnya, self-care bukan hanya berbicara mengenai penampilan luar, tetapi juga tentang hal-hal yang dilakukan untuk kebaikan di dalam. Keseimbangan antara perawatan luar dan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk membangun self-care yang lebih utuh. Karena self-care bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *